Search

Hasil penelusuran

Sabtu, 25 Januari 2014

Keistimewaan Pada Tangan Manusia

Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat gambar), bertuliskan dalam angka Arab yaitu : |/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81
Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99.
99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran !
Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881.Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ! ( 19 x 99 = 1881 )
Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran.

Tahukah anda, bahwa ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) anda, terkandung jejak-jejak nama Allah, tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. Kalau nggak percaya bisa didemonstrasikan. Silakan perhatikan salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama:
jari kelingking ==> membentuk huruf alif
jari manis, jari tengah, & jari telunjuk ==> membentuk huruf lam(double)
jari jempol (ibu jari) ==> membentuk huruf ha’
Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).
Maka benarlah firman Allah SWT :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fushshilat 41:53)
Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Quran semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.
Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya.
Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang tertentu saja… Demikian juga stir mobil akan mengenal hanya pengemudi tertentu saja karena ada sensor yang mengenal jari pemiliknya.
Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. 36. Yaasin:12)

Nabi Muhammad SAW Sang Enterpreneurship Sukses!!

Sejak kecil tepatnya saat berumur 12 tahun, Muhammad sudah diperkenalkan tentang bisnis oleh pamannya, Abu Thalib, dengan cara diikutsertakan dalam perjalanan bisnis ke Suriah.
Pengalaman perdagangan (magang) yang diperoleh Muhammad dari pamannya selama beberapa tahun manjadi modal dasar baginya disaat memutuskan untuk menjadi pengusaha muda di Mekah. Beliau merintis usahanya dengan berdagang kecil-kecilan di sekitar Ka’bah.
Dengan modal pengalaman yang ada disertai kejujuran dalam menjalankan usaha bisnisnya, nama Muhammad mulai dikenal dikalangan pelaku bisnis (investor) di Mekah.


Dalam kurung waktu yang tidak cukup lama, Muhammad mulai menampakkan kelihaiannya dalam menjalankan usaha perdagangan bahkan beberapa investor Mekah tertarik untuk mempercayakan modalnya untuk dikelolah oleh Muhammad dengan prinsip bagi hasil (musyarakah-mudharabah) maupun penggajian. Pada tahapan ini Muhammad telah beralih dari business manager (mengelola usahanya sendiri) menjadi investment manager (mengelola modal investor).
Dengan modal yang sudah relatif besar, Muhammad memiliki kesempatan untuk ekspansi bisnis untuk menjangkau pusat perdagangan yang ada di Jazirah Arab. Kejujuran beliau dalam berbisnis sehingga dikenal olah para pelaku bisnis sebagai Al-Amin menjadi daya tarik bagi kalangan investor besar untuk menginvestasikan modalnya kepada Muhammad, salah satu di antaranya adalah Khadijah yang di kemudian hari menjadi Istri pertama beliau.
Di usia 25 tahun, usia yang masih relatif muda, Muhammad menikah dengan Khadijah, seorang pengusaha sukses Mekah. Secara otomatis Muhammad menjadi pemilik sekaligus pengelola dari kekayaan Khadijah. Penggabungan dua kekayaan melalui pernikahan tersebut tentunya semakin menambah usaha perdagangan mereka baik secara modal maupun penguasaan pangsa pasar. Pada tahapan ini Muhammad sudah menjadi business owner.
Setelah Muhammad menikah dengan Khadijah, beliau semakin gencar mengembangkan bisnisnya melalui dengan ekspedisi bisnis secara rutin di pusat-pusat perdagangan yang ada di jazirah Arab, beliau intens mengunjungi pasar-pasar regional maupun Internasional demi mempertahankan pelanggan dan mitra bisnisnya. Jaringan perdagangan beliau telah mencapai Yaman, Suriah, Busara, Iraq, Yordania, Bahrain dan kota-kota perdagangan Arab lainnya.
Saat menjelang masa kenabian (berumur 38 tahun) di mana waktunya banyak dihabiskan untuk merenung beliau telah sukses menjadi pedagang regional dimana wilayah perdagangannya meliputi Yaman, Suriah, Busra, Iraq, Yordania, Bahrain dan kota-kota perdagangan Jazirah Arab lainnya. Pada tahapan in beliau telah memasuki fase yang menurut Robert T Kiyosaki disebut financial freedom.
Kehebatan berbisnis Muhammad bisa dilihat dalam sebuah riwayat yang menceritakan bahwa beliau pernah menerima utusan dari Bahrain, Muhammad menanyakan kepada Al-Ashajj berbagai hal dan orang-orang yang terkemuka serta kota-kota yang terkemuka di Bahrain. Pemimpin kabilah tersebut sangat terkejut atas luasnya pengetahuan geografis serta sentral-sentral komersial Muhammad. Kemudian al-Ashajj berkata “sungguh Anda lebih mengetahu tentang negeri saya daripada saya sendiri dan anda pula lebih banyak mengetahui pusat-pusat bisnis kota saya dibanding apa yang saya ketahu. Muhammad menjawab “saya telah diberi kesempatan untuk menjelajahi negeri anda dan saya telah melakukannya dengan baik.” (Syafi’i Antonio, 2007).
Demikianlah perjalanan sukses bisnis Muhammad sebelum resmi menjadi seorang Nabi yang jarang disampaikan kepada generasi-generasi muda di saat ini. Pemahaman yang utuh tentang biography kehidupan beliau akan menghindarkan terjadinya pemahaman yang sempit tentang diri Rasulullah. Banyak orang yang mengaggap Rasulullah sebagai orang yang miskin padahal justru sebaliknya beliau adalah sosok pebisnis yang sukses.
Melalui momentum ini kiranya perlu mengangkat tema kesuksesan Muhammad sebagai pelaku bisnis demi memacu munculnya pengusaha-pengusaha muda di kalangan Muslim.
Sebagaimana kita ketahui jumlah wirausahawan di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia. Dari total penduduk Indonesia, 231, 83 juta jiwa hanya sekitar 2 persen saja yang berwirausaha atau sebesar 4, 6 juta. Tentunya jumlah ini sangat kecil sekali jika negeri ini menginginkan penduduknya untuk semakin kuat dan mandiri secara ekonomi.
Negara-negara maju relative memiliki persentasi wirausahawan yang relatif tinggi dari jumlah penduduknya. Persentase penduduk Singapura yang berwirausaha mencapai 7 persen, China dan Jepang 10 persen dari total jumlah penduduk mereka. Sedangkan yang tertinggi adalah Amerika Serikat sebesar 11, 5-12 persen. 
Dngan permasalahan ini, kita perlu mengkampanyeka pentingnya berwirausaha seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai solusi untuk menyelesaikan persoalan umat yaitu kemiskinan dan pengangguran.

Kebiasaan Yang Membuat Pikiran Tenang!!

Ada seseorang yang seringkali merasa cemas dan selalu berpikiran negatif akan lebih rentan terhadap stres. yang perlu kita lakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan membangun kebiasaan agar kita dapat lebih tenang menanggapi suatu masalah dan terhindar dari stres.
ini dia kebiasaan sehat yang dapat membuat kita lebih tenang dan ada juga loh beberapa tips langsung dari YAYASAN BSC :D , dan disatukan menjadi :

1. Bernapas dengan perut
Sesekali bernapas dengan perut dapat meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan memicu otak untuk menurunkan konsentrasi hormon stres.
2. Tidur malam yang cukup
Tidur malam yang berkualitas telah dikaitkan dengan penurunan risiko terhadap berbagai penyakit kronis. Kurangnya jam tidur dapat membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres yang membuat hari-hari Anda tidak tenang dan penuh kecemasan.
3. Ngobrol dengan orang terdekat
Komunikasi yang baik dapat meningkatkan ikatan sosial dan membuat seseorang merasa mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman. Orang yang sering ngobrol dengan teman-temannya cenderung tidak mudah stres jika menghadapi suatu masalah.
4. Sadar lingkungan
Setiap hari selama satu menit, cobalah untuk lebih dekat dengan alam dan memperhatikan apa yang terjadi pada tubuh dan lingkungan sekitar Anda. Fokuskan pikiran sejenak terhadap lingkungan sekitar, dengarkan detak jantung, dan perhatikan setap hembusan napas Anda agar lebih rileks dan tenang.
5. Mendengarkan musik
Orang yang hobi mendengarkan musik akan segera terbebas dari ketegangan dan mendapatkan ketenangan setelah dirinya mulai memutar musik favorit.
6. Tuliskan isi pikiran Anda
Tulislah pikiran-pikiran negatif Anda terhadap suatu hal atau prasangka buruk yang membebani Anda pada suatu daftar di buku harian. Setelah itu tuliskan hal-hal positif yang bertentangan pada daftar di sebelahnya.
Hal ini dapat mengubah cara pikir Anda secara alami, bahwa setiap hal yang terjadi pada Anda tidak semuanya buruk dan selalu ada sisi positifnya.
7. Banyak bersyukur
Dengan mensyukuri semua nikmat yang didapatkan, seseorang akan selalu merasa puas, percaya diri, tenang, dan terhindar dari kecemasan. Budayakan mengucap syukur kepada Tuhan dan berterimakasih atas kasih sayang yang Anda dapatkan dari orang-orang terdekat seperti orang tua, pasangan, dan teman-teman.
semoga bermanfaat tips2 ini  :D

Sikapi dan Pelajarilah!!!

Adakah diantara kita yang tak pernah merasakan kegagalan? Saya yakin di dunia ini tidak ada satu manusia pun yang tidak pernah mendapatkan ujian yang berbuah kegagalan. Kita semua pasti pernah merasakan ujian yang dinamakan kegagalan, anda, orang lain, bahkan termasuk saya sendiri. Apapun itu jenisnya, kita pasti pernah menemui aral dalam kehidupan. Kegagalan dalam bisnis, karier, ekademis, atau dalam masalah kehidupan lainnya. Lantas apa yang kita lakukan ketika ujian itu berbuah kegagalan? Meratapi, menyesali, atau bahkan menangisinya? Jika itu yang kita lakukan, apakah semuanya memberikan jalan keluar? Apakah semuanya membawa pada ketenangan dan kemenangan? Saya yakin tentu saja jawabannya tidak. Lantas jika demikian, mengapa kita menjadi lemah hanya karena sebuah kegagalan? Dan untuk apa kita menangisinya…!

      Bukankah semuanya sudah diatur oleh Allah Yang Maha Mengtahui. Bahkan Nabiyullah Muhammad seorang kekasih Allah sekalipun tak luput dari ujian. Berapa banyak rintangan yang dilaluinya untuk mencapai kesuksesan dakwahnya demi kejayaan islam. Kita semua tahu bagaimana Allah telah mengujinya, berapa banyak orang yang mencemo’ohnya dan ingin menghancurkan jalan dakwahnya, dan bagaimana Rasulullah menghadapi masa-masa sulit di atas ujian-Nya. Tentunya kita bisa banyak belajar dari kehidupan dan kesabaran yang Rosulullah ajarkan. Apa yang kita hadapi sekarang tentu tidaklah sebanding dengan ujian Beliau.
Ketika kegagalan menghampiri, maka janganlah pernah kita merasa bahwa usaha yang sudah kita lakukan adalah sia-sia dan tak ada gunanya, apalagi jika sebuah kegagalan itu sampai menbuat kita putus asa. Ingatlah bahwa kegagalan bukanlah pecahan kaca yang bisa menghalangi jalan kita, bukan pula musuh yang bisa menghambat kesuksesan kita. Kegagalan itu bukan sesuatu yang mengerikan seperti duri yang menancap di kaki kita, bukan pula seperti malaikat izroil yang bisa menghentikan perjalanan kita kapan saja. Jangan pernah mengalah pada kegagalan, apalagi sampai kalah.
Menangis dan bersedih ketika mengalami ujian dan kegagalan adalah suatu hal yang wajar, dan Allah pun tidak melarang kita untuk menangis sepanjang tangisan itu tidak berlebihan. Saya yakin dari sekian banyak manusia tentu tidak ada yang tidak pernah bersedih ketika berjumpa dengan ujian, dan tidak ada yang tidak pernah kecewa jika usahanya berbuah kegagalan. Akan tetapi saya juga yakin,  sahabat-sahabat sekalian adalah orang yang tegar dan pintar dalam menghadapi ujian dan menyikapi kegagalan. Ada baiknya jika kita tetap berlapang dada dan mengikhlaskan apapun yang Allah berikan, bersyukur atas semua anugerah yang Allah berikan. Karena sabar adalah yang terbaik bagi kalian.
Kegagalan hanyalah bagian kecil dari ujian yang Allah berikan, yang tak seharusnya kita menangisinya secara berlebihan karena kegagalan yang ada bukanlah akhir dari perjalanan. Sikapilah kegagalan itu dengan wajar, melawannya dengan rasa optimis dan senyuman, dan tetaplah bersemangat dan katakanlah “bahwa kegagalan hari ini bukanlah arti yang sebenarnya, kegagalan ini kelak yang akan membawaku pada kesuksesan. Kegagalan ini tidak akan menghentikanku dalam melangkah, kegagalan ini tidak akan membuatku kalah apalagi mengalah karena aku yakin kelak suatu saat kegagalan ini pasti yang mengalah”.
Kemudian pelajarilah kegagalan. Dengan mempelajari kegagalan, kita akan mengetahui kesalahan dan berencana melakukan langkah baru dengan sikap antisipasi terhadap kegagalan secara lebih baik. Bersedialah untuk melakukan kritik terhadap diri sendiri dan tidak menimpakan kesalahan kepada orang lain. Sikapilah kegagalan sebagai jalan menuju kebaikan. Segeralah melakukan perbaikan dan jangan pernah menyalahkan nasib dan menyalahkan takdir yang telah terjadi atas kegagalan yang ada, kita harus berusaha agar keberuntungan Allah berpihak kepada kita. Dan ambil lah jalan alternatif lain yang positif. Sebagaimana yang dikatakan oleh Tsabit Ibnu Zuhair,
“Jika seseorang tidak berusaha padahal nasibnya telah mengharuskannya berusaha, dia telah menyia-nyiakan nasibnya itu dan akan ditinggalkan. Namun orang yang bertekad baja tidak pernah menyerah pada ujian, akan selalu melihat masalah dengan mata terbuka. Dia adalah penebus zaman, yang selalu bergerak jika ditutup satu pintu  maka ia akan menerobos pintu yang lain”.
Karena manusia tidak akan pernah memahami arti sakit, jika kita tidak pernah merasakan sakit. Manusia tidak akan pernah memahami arti perjuangan, jika kita tidak pernah mearasakan pertempuran. Dan kitapun tidak akan pernah memahami arti kegagalan, jika kita tidak pernah mengalami kegagalan. Karena rasa sakit, pertempuran, dan kegagalan itulah yang akan memberi pelajaran pada kita dan merupakan pencegahan, serta benteng yang akan mendidik kita untuk lebih sabar dan tahan uji.

Jadilah Pendengar yang Baik!!

  Siapa sih yang tidak ingin menjadi pendengar yang cerdas? Seorang pendengar yang cerdas nantinya akan didatangi berbagai macam hal yang diceritakan oleh orang lain. Mengapa orang bercerita kepada pendengar yang cerdas? Karena pendengar yang cerdas mampu membuat orang lain nyaman dan percaya ketika bercerita kepadanya. Lalu bagaimana cara agar menjadi pendengar yang cerdas? Berikut 10 tips dan trik menjadi pendengar yang cerdas versi BSC:



  1. Diam dan menyimak. Berikanlah komentar setelah orang lain selesai berbicara
  2. Jangan hanya mendengarkan yang diharapkan saja
  3. Jangan memotong pembicaraan. Siapa sih yang tidak suka dipotong pembicaraannya?
  4. Lupakan sejenak semua masalah yang Anda miliki
  5. Jangan meninggalkan lawan bicara
  6. Jangan berusaha menunjukkan bahwa Anda lebih pandai. Mungkin akan membuat orang lain minder
  7. Husnudzanlah. Jangan berburuk sangka
  8.  Tinggalkan apa yang sedang Anda lakukan. Jangan sibuk dengan diri sendiri
  9. Kawan atau lawan? Abaikanlah itu sekarang!
  10.  Jangan menepis pembicaraan. Coba bayangkan bagaimana perasaannya nanti
Mendengarkan terlihat hal yang sepele, namun terkadang menjadi sangat sulit. Pada dasarnya, manusia lebih banyak aktivitas mendengarkan daripada metode komunikasi lain. Semoga kita bisa menjadi pendengar yang lebih baik, dan tentu saja menjadi pendengar yang cerdas.