Search

Hasil penelusuran

Sabtu, 22 Maret 2014

Manfaat Ngopi


Para penggemar kopi sekarang bisa bersorak gembira, penelitian terbaru oleh Frank Hu, MD, Professor of Epidemiology and Nutrition di Harvard School of Public Health, ternyata minum enam cangkir kopi mampu mengurangi risiko diabetes. Kok bisa? Ternyata biji kopi mengandung satu zat kimia yang mampu menurunkan kadar gula dalam darah yaitu chlorogenic acid. Chlorogenic acid bekerja dengan mengurangi penyerapan glukosa dalam tubuh.
Berdasarkan penelitian tersebut, minum kopi tanpa gula secangkir sehari mampu menurunkan 8% risiko diabetes, 2 cangkir untuk 15%, 3 cangkir untuk 21%, 4 cangkir untuk 25%, dan enam cangkir bisa turun hingga sepertiganya, wow!
Kopi juga disebut-sebut sebagai salah satu sumber magnesium; zat lain yang juga sering disebut-sebut dapat menurunkan risiko diabetes.
Satu catatan penting yang perlu kamu ingat adalah hindari mengonsumsi kopi dengan tambahan seperti gula, whip cream, krimmer, dan lain-lain. Penambahan bahan-bahan seperti di atas hanya akan mengurangi, bahkan menghilangkan manfaat kesehatan yang dapat kita serap dari kopi. Terutama jika kamu menambahkan gula, manfaat untuk mengurangi risiko diabetes dari kopi hanya akan menjadi sia-sia, sweetie.
Walau terasa pahit dan getir, ingatlah bahwa rasa bukanlah segalanya. Manfaat kesehatan yang terkandung di dalam si pahit kopi tentu jauh lebih penting dari nikmat sesaat dengan gula.

Penyebab Mata panda


Kita semua pasti sudah tahu kalau mata memiliki kulit yang lebih tipis dibanding bagian wajah yang lain. Oleh karena itu, area mata disebut sebagai area yang paling dahulu menampakkan tanda-tanda penuaan. Selain itu, mata juga dengan mudah dapat merefleksikan kondisinya.
Bagian bawah mata yang gelap itu sebenarnya adalah pembuluh-pembuluh darah yang dipenuhi oleh darah yang mengalir melewati daerah tersebut. Selama ini, lingkaran hitam ini dianggap sebagai akibat kelelahan. Padahal penyebabnya bermacam-macam. Seperti yang sudah kita ketahui kan? Beda penyebab, beda solusi. Nah, untuk mengetahui solusi mata pandamu, coba simak penyebab-penyebab mata panda yang mungkin belum kamu ketahui:
1.       Keturunan
Ketipisan kulit di sekitar mata berbeda-beda. Semakin tipis kulit seseorang, semakin tampak jelas bayang hitam yang ada di bawah mata orang itu. Jadi kadang, dalam kondisi tidak lelah pun, di bawah matanya tetap akan ada lingkar gelap.
2.       Alergi
Mungkin dahimu mengernyit ketika melihat kata “alergi”. Apa hubungannya alergi sama mata panda? Ya, kalau kamu punya alergi di daerah sekitar mata, ketika alergimu kambuh, kamu akan menggosok matamu. Lalu, darah akan terpompa memenuhi pembuluh darah di sekitar tempat yang kamu gosok. Itu menyebabkan mata terlihat gelap seperti mata panda.
3.       Perawatan Medis
Ternyata ada beberapa perawatan medis yang dapat menyebabkan pembesaran pembuluh darah, dan perubahan aliran darah akan nampak sangat jelas pada kulit di bawah mata. Itu menyebabkan cekungan di bawah matamu terlihat gelap.
4.       Kelelahan
Nah, ini adalah penyebab yang paling biasa kita temukan. Kurang tidur, dan stres berlebih dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah sekitar matamu juga cukup aktif. Terlihat sebagai bayang-bayang hitam di bawah kulit mata. Untuk masalah ini, coba kamu kunjungi Cara Jitu Menghilangkan Lingkar Hitam bawah mata di sini.
5.       Usia
Seiring dengan bertambah tua kita, kulit akan semakin tipis dan tembus pandang. Dengan demikian, bayangan pembuluh darah akan semakin tampak. Perawatan pelembab yang mengandung kolagen sepertinya akan dapat mengurangi lingkaran hitam yang muncul akibat usia.
6.       Anemia
Anemia terjadi karena kekurangan darah / zat besi yang diperlukan tubuh. Biasanya pada masa ibu hamil, atau wanita menstruasi, kulit akan jadi lebih pucat karena kurangnya zat besi. Ini menyebabkan pembuluh darah di bawah mata kamu jadi lebih jelas terlihat. Konsumsi suplemen penambah zat besi atau darah akan dapat mengatasi hal ini.

Tips Menghilangkan Mata Panda


Ladies, siapa di sini yang punya masalah sama mata panda? Mata panda adalah sebutan gaul untuk orang yang memiliki lingkar gelap di bawah matanya. Penyebab lingkar gelap ini ada bermacam-macam. Bisa karena kurang tidur sampai karena kekurangan vitamin K.
Berikut adalah cara-cara alami jitu untuk menghilangkan lingkar hitam di bawah mata yang bisa kamu lakukan di rumah:
  • Kompres Kantung Teh Celup atau Kantung Batu Es
Berbaringlah, cara ini paling baik dilakukan di pagi hari ketika kamu baru bangun tidur. Ambil teh celup, rendam dalam air dingin, lalu letakkan di atas matamu seperti kompres demam. Pastikan matamu tertutup rapat sepanjang waktu. Kamu bisa mendinginkannya di kulkas semalaman juga sebelum dipakai. Biarkan 10-15 menit. Lalu bersihkan wajahmu.
  • Masker Bubur Kentang
Ambil kentang yang belum dimasak, lalu hancurkan dengan blender. Ambil bubur kentang yang telah halus lalu letakkan di atas matamu yang tertutup rapat. Berbaringlah ketika melakukan ini dan biarkan selama 30 menit. Setelah itu bersihkan dengan air hangat.
  • Kompres Sendok Dingin
Letakan sendok dalam freezer selama 10 menit. Ambil lalu letakan pada matamu. Biarkan sampai sendok tersebut kembali ke temperatur normal. Sendok yang dingin bisa memberi nuansa rileks pada kulit sekitar matamu yang sedang tegang. Cara ini efektif untuk kamu yang matanya berkantung gelap karena kelelahan atau kurang tidur.

Tips Seputar Gigi


Senyum indah akan menarik banyak perhatian, tapi bagaimana jika untuk tersenyum saja sulit dilakukan karena kendala yang tak menyenangkan?
Kalau sakit gigi menyerangmu, pasti akan mengakibatkan banyak kegiatan yang akan terganggu disebabkan rasa sakit tersebut. Bahkan bisa membuatmu jadi sulit makan dan tidur pun terganggu. Dampak yang lebih jauh lagi adalah menyebabkan gusi bengkak. Penyakit gusi adalah istilah awam dari penyakit periodontal. Bila tidak ditangani sesegera mungkin maka dapat menyebabkan sakit terutama daerah mulut dan gigi.
Pembengkakan gusi bisa terjadi cuma pada salah satu bagian mulut dan dapat juga secara menyeluruh. Gusi yang membengkak secara menyeluruh biasanya terjadi sebagai tahap lebih lanjut dari terjadinya peradangan gusi. Kondisi peradangan gusi ada karena proses pembersihan gigi dan mulut kurang optimal, sehingga banyak plak tertinggal dan nempel pada gigi. Gusi yang membengkak hanya pada salah satu bagian mulut sebaiknya diteliti lebih lanjut apakah ada kaitannya dengan salah satu gigi yang dibiarkan rusak dan akhirnya membusuk, terinfeksi sehingga mengakibatkan bengkak.
Jangan lupa untuk segera berkonsultasi ke dokter gigi supaya masalahnya bisa diatasi secara optimal, karena hal seperti ini tidak bisa ditangani sendiri sebagai pasien. Kalau perlu kamu boleh minta pendapat dari dokter lain. Gigi dan gusi adalah suatu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan. Begitu juga dalam hal kesehatan mulut. Keduanya akan saling berkaitan. Saat kamu mengalami kerusakan gigi, tentu gusimu juga akan terpengaruh.

Cara Mencegah Gigi Berlubang
Gigi berlubang merupakan salah satu jalan yang memicu timbulnya penyakit lain. Dan yang paling dekat dengan gigi adalah gusi. Saat gigi mengalami karies atau gigi berlubang, gusi adalah bagian paling rentan yang terkena dampaknya. Berikut ini ada beberapa tips sederhana dari pengalaman yang ada, untuk merawat gigimu supaya terhindar dari gigi berlubang :
1. Hindari makanan dengan kadar tinggi gula atau asam. Keduanya hal tersebut ternyata dapat merusak gigi dengan cepat.
2. Membersihkan gigi, usahakan untuk menyikat gigi tiga kali sehari, setelah mandi dan terpenting sebelum tidur.
3. Hindari penggunaan obat kumur terlalu sering. Beberapa dokter menyarankan penggunaan obat kumur setidaknya satu bulan cukup dua kali. Sifat obat kumur yang cukup keras dan dapat membunuh semua bakteri baik dan jahat dalam rongga mulut akan menggangu ekosistem bakteri baik dalam mulut.
4. Pergilah ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi atau memeriksakan kesehatan gigimu, sehingga kerusakan dapat dicegah. Karena itulah, kita semua harus selalu diingatkan agar selalu menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut secara benar.

Kebiasaan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut harus diterapkan sejak dini. Memelihara serta memeriksakan gigi dan mulut secara rutin dapat mencegah kelainan gigi dan gusi menjadi parah dan tambah kompleks. (ip)

Menjaga Berat Badan Stabil dengan 4 Kebiasaan Ini


Jakarta, Memiliki berat badan ideal adalah dambaan semua orang terutama para perempuan. Menjaga berat badan agar tetap ideal juga bukanlah pekerjaan yang mudah. Berikut ini 4 kebiasaan makan yang bisa membantu jaga berat badan.

"Menurunkan berat badan dan mempertahankannya adalah hal yang sangat sulit," ujar Bethany Barone Gibbs dari University of Pittsburgh, seperti dikutip dari HealthDay, Rabu (29/8/2012).

Studi yang hasilnya diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menemukan kebiasaan makan yang spesifik bisa membantu menurunkan dan menjaga berat badan ideal.

Didapatkan ada 4 kebiasaan makan yang sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan hasil tersebut yaitu:
1. Mengurangi konsumsi makanan penutup atau dessert
2. Mengurangi minuman manis
3. Mengurangi konsumsi keju dan juga daging
4. Meningkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Dalam studi ini Barone Gibbs mengamati perilaku makan pada kelompok perempuan selama 6 bulan dan juga 4 tahun. Diketahui perubahan pola makan selama 6 bulan kurang berpengaruh dalam menjaga atau menurunkan berat badan.

"Mungkin Anda bisa mengatakan tidak pada kentang goreng selama 6 bulan, tapi efeknya tidak selamanya. Untuk jangka panjang, mereka yang makan lebih banyak buah dan sayur serta sedikit keju dan daging lebih mungkin untuk mempertahankan penurunan berat badan," ujar Barone Gibbs.

Strategi-strategi tersebut perlu diadopsi jika perempuan ingin menurunkan berat badan serta mempertahankan berat badan ideal, terutama pada perempuan yang sudah memasuki usia setengah baya.

Hal ini karena seiring bertambahnya usia maka jumlah otot di tubuh akan menurun namun jumlah lemak akan meningkat, sehingga tubuh akan membakar kalori lebih sedikit yang membuatnya jadi lebih gemuk.

"Studi ini sekilas memberikan penjelasan bahwa langkah-langkah kecil dalam perubahan perilaku dan pola makan harus dipertahankan untuk menurunkan berat badan secara berkelanjutan," ujar Connie Diekman, direktur nutrisi di Washington University, St. Louis.