Search

Hasil penelusuran

Sabtu, 25 Januari 2014

Kebiasaan Yang Membuat Pikiran Tenang!!

Ada seseorang yang seringkali merasa cemas dan selalu berpikiran negatif akan lebih rentan terhadap stres. yang perlu kita lakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan membangun kebiasaan agar kita dapat lebih tenang menanggapi suatu masalah dan terhindar dari stres.
ini dia kebiasaan sehat yang dapat membuat kita lebih tenang dan ada juga loh beberapa tips langsung dari YAYASAN BSC :D , dan disatukan menjadi :

1. Bernapas dengan perut
Sesekali bernapas dengan perut dapat meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan memicu otak untuk menurunkan konsentrasi hormon stres.
2. Tidur malam yang cukup
Tidur malam yang berkualitas telah dikaitkan dengan penurunan risiko terhadap berbagai penyakit kronis. Kurangnya jam tidur dapat membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres yang membuat hari-hari Anda tidak tenang dan penuh kecemasan.
3. Ngobrol dengan orang terdekat
Komunikasi yang baik dapat meningkatkan ikatan sosial dan membuat seseorang merasa mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman. Orang yang sering ngobrol dengan teman-temannya cenderung tidak mudah stres jika menghadapi suatu masalah.
4. Sadar lingkungan
Setiap hari selama satu menit, cobalah untuk lebih dekat dengan alam dan memperhatikan apa yang terjadi pada tubuh dan lingkungan sekitar Anda. Fokuskan pikiran sejenak terhadap lingkungan sekitar, dengarkan detak jantung, dan perhatikan setap hembusan napas Anda agar lebih rileks dan tenang.
5. Mendengarkan musik
Orang yang hobi mendengarkan musik akan segera terbebas dari ketegangan dan mendapatkan ketenangan setelah dirinya mulai memutar musik favorit.
6. Tuliskan isi pikiran Anda
Tulislah pikiran-pikiran negatif Anda terhadap suatu hal atau prasangka buruk yang membebani Anda pada suatu daftar di buku harian. Setelah itu tuliskan hal-hal positif yang bertentangan pada daftar di sebelahnya.
Hal ini dapat mengubah cara pikir Anda secara alami, bahwa setiap hal yang terjadi pada Anda tidak semuanya buruk dan selalu ada sisi positifnya.
7. Banyak bersyukur
Dengan mensyukuri semua nikmat yang didapatkan, seseorang akan selalu merasa puas, percaya diri, tenang, dan terhindar dari kecemasan. Budayakan mengucap syukur kepada Tuhan dan berterimakasih atas kasih sayang yang Anda dapatkan dari orang-orang terdekat seperti orang tua, pasangan, dan teman-teman.
semoga bermanfaat tips2 ini  :D

Sikapi dan Pelajarilah!!!

Adakah diantara kita yang tak pernah merasakan kegagalan? Saya yakin di dunia ini tidak ada satu manusia pun yang tidak pernah mendapatkan ujian yang berbuah kegagalan. Kita semua pasti pernah merasakan ujian yang dinamakan kegagalan, anda, orang lain, bahkan termasuk saya sendiri. Apapun itu jenisnya, kita pasti pernah menemui aral dalam kehidupan. Kegagalan dalam bisnis, karier, ekademis, atau dalam masalah kehidupan lainnya. Lantas apa yang kita lakukan ketika ujian itu berbuah kegagalan? Meratapi, menyesali, atau bahkan menangisinya? Jika itu yang kita lakukan, apakah semuanya memberikan jalan keluar? Apakah semuanya membawa pada ketenangan dan kemenangan? Saya yakin tentu saja jawabannya tidak. Lantas jika demikian, mengapa kita menjadi lemah hanya karena sebuah kegagalan? Dan untuk apa kita menangisinya…!

      Bukankah semuanya sudah diatur oleh Allah Yang Maha Mengtahui. Bahkan Nabiyullah Muhammad seorang kekasih Allah sekalipun tak luput dari ujian. Berapa banyak rintangan yang dilaluinya untuk mencapai kesuksesan dakwahnya demi kejayaan islam. Kita semua tahu bagaimana Allah telah mengujinya, berapa banyak orang yang mencemo’ohnya dan ingin menghancurkan jalan dakwahnya, dan bagaimana Rasulullah menghadapi masa-masa sulit di atas ujian-Nya. Tentunya kita bisa banyak belajar dari kehidupan dan kesabaran yang Rosulullah ajarkan. Apa yang kita hadapi sekarang tentu tidaklah sebanding dengan ujian Beliau.
Ketika kegagalan menghampiri, maka janganlah pernah kita merasa bahwa usaha yang sudah kita lakukan adalah sia-sia dan tak ada gunanya, apalagi jika sebuah kegagalan itu sampai menbuat kita putus asa. Ingatlah bahwa kegagalan bukanlah pecahan kaca yang bisa menghalangi jalan kita, bukan pula musuh yang bisa menghambat kesuksesan kita. Kegagalan itu bukan sesuatu yang mengerikan seperti duri yang menancap di kaki kita, bukan pula seperti malaikat izroil yang bisa menghentikan perjalanan kita kapan saja. Jangan pernah mengalah pada kegagalan, apalagi sampai kalah.
Menangis dan bersedih ketika mengalami ujian dan kegagalan adalah suatu hal yang wajar, dan Allah pun tidak melarang kita untuk menangis sepanjang tangisan itu tidak berlebihan. Saya yakin dari sekian banyak manusia tentu tidak ada yang tidak pernah bersedih ketika berjumpa dengan ujian, dan tidak ada yang tidak pernah kecewa jika usahanya berbuah kegagalan. Akan tetapi saya juga yakin,  sahabat-sahabat sekalian adalah orang yang tegar dan pintar dalam menghadapi ujian dan menyikapi kegagalan. Ada baiknya jika kita tetap berlapang dada dan mengikhlaskan apapun yang Allah berikan, bersyukur atas semua anugerah yang Allah berikan. Karena sabar adalah yang terbaik bagi kalian.
Kegagalan hanyalah bagian kecil dari ujian yang Allah berikan, yang tak seharusnya kita menangisinya secara berlebihan karena kegagalan yang ada bukanlah akhir dari perjalanan. Sikapilah kegagalan itu dengan wajar, melawannya dengan rasa optimis dan senyuman, dan tetaplah bersemangat dan katakanlah “bahwa kegagalan hari ini bukanlah arti yang sebenarnya, kegagalan ini kelak yang akan membawaku pada kesuksesan. Kegagalan ini tidak akan menghentikanku dalam melangkah, kegagalan ini tidak akan membuatku kalah apalagi mengalah karena aku yakin kelak suatu saat kegagalan ini pasti yang mengalah”.
Kemudian pelajarilah kegagalan. Dengan mempelajari kegagalan, kita akan mengetahui kesalahan dan berencana melakukan langkah baru dengan sikap antisipasi terhadap kegagalan secara lebih baik. Bersedialah untuk melakukan kritik terhadap diri sendiri dan tidak menimpakan kesalahan kepada orang lain. Sikapilah kegagalan sebagai jalan menuju kebaikan. Segeralah melakukan perbaikan dan jangan pernah menyalahkan nasib dan menyalahkan takdir yang telah terjadi atas kegagalan yang ada, kita harus berusaha agar keberuntungan Allah berpihak kepada kita. Dan ambil lah jalan alternatif lain yang positif. Sebagaimana yang dikatakan oleh Tsabit Ibnu Zuhair,
“Jika seseorang tidak berusaha padahal nasibnya telah mengharuskannya berusaha, dia telah menyia-nyiakan nasibnya itu dan akan ditinggalkan. Namun orang yang bertekad baja tidak pernah menyerah pada ujian, akan selalu melihat masalah dengan mata terbuka. Dia adalah penebus zaman, yang selalu bergerak jika ditutup satu pintu  maka ia akan menerobos pintu yang lain”.
Karena manusia tidak akan pernah memahami arti sakit, jika kita tidak pernah merasakan sakit. Manusia tidak akan pernah memahami arti perjuangan, jika kita tidak pernah mearasakan pertempuran. Dan kitapun tidak akan pernah memahami arti kegagalan, jika kita tidak pernah mengalami kegagalan. Karena rasa sakit, pertempuran, dan kegagalan itulah yang akan memberi pelajaran pada kita dan merupakan pencegahan, serta benteng yang akan mendidik kita untuk lebih sabar dan tahan uji.

Jadilah Pendengar yang Baik!!

  Siapa sih yang tidak ingin menjadi pendengar yang cerdas? Seorang pendengar yang cerdas nantinya akan didatangi berbagai macam hal yang diceritakan oleh orang lain. Mengapa orang bercerita kepada pendengar yang cerdas? Karena pendengar yang cerdas mampu membuat orang lain nyaman dan percaya ketika bercerita kepadanya. Lalu bagaimana cara agar menjadi pendengar yang cerdas? Berikut 10 tips dan trik menjadi pendengar yang cerdas versi BSC:



  1. Diam dan menyimak. Berikanlah komentar setelah orang lain selesai berbicara
  2. Jangan hanya mendengarkan yang diharapkan saja
  3. Jangan memotong pembicaraan. Siapa sih yang tidak suka dipotong pembicaraannya?
  4. Lupakan sejenak semua masalah yang Anda miliki
  5. Jangan meninggalkan lawan bicara
  6. Jangan berusaha menunjukkan bahwa Anda lebih pandai. Mungkin akan membuat orang lain minder
  7. Husnudzanlah. Jangan berburuk sangka
  8.  Tinggalkan apa yang sedang Anda lakukan. Jangan sibuk dengan diri sendiri
  9. Kawan atau lawan? Abaikanlah itu sekarang!
  10.  Jangan menepis pembicaraan. Coba bayangkan bagaimana perasaannya nanti
Mendengarkan terlihat hal yang sepele, namun terkadang menjadi sangat sulit. Pada dasarnya, manusia lebih banyak aktivitas mendengarkan daripada metode komunikasi lain. Semoga kita bisa menjadi pendengar yang lebih baik, dan tentu saja menjadi pendengar yang cerdas.

Berwudhu Dapat Mencegah Penyakit Kulit

Ibadah wudhu tampaknya sepele dan mudah dilakukan. Karena itu, banyak umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja. Padahal, bila wudhu dikerjakan tidak sempurna, shalatnya pun tidak akan diterima (HR Bukhari No 135 dan Muslim No 224-225).
Meskipun terlihat sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar. Itulah yang dibuktikan oleh para ahli kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria. Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat. Dan dari sinilah ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Bahkan berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Karena itu, orang yang memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka, seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki. Mengapa ? sebab, penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan, seperti di sela-sela jari tangan, kaki, leher, belakang telinga, dan lainnya.
Rasul SAW menyatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa bercahaya. Rasulullah akan mengenalinya nanti pada hari kiamat karena bekas wudhu. “Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu.”
Muhammad Kamil Abd Al-Shomad, yang mengutip sumber dari Al-I’jaz Al-Ilmiy fi Al-Islam wa Al-Sunnah AlNabawiyah, menjelaskan bahwa manfaat semua hal yang diperintahkan dalam wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia. Mulai dari membasuh tangan dan menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, hingga membasuh kaki hingga mata kaki. Juga Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup menuliskan keutamaan wudhu. “Sekurang-kurangnya lima kali dalam sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan mengerjakan shalat. Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula memperbaruinya. Oleh ahli tasawuf, diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata, dan makan.
Mencuci tangan dengan air dalam hati dirasa seakanakan membasuh tangan yang telanjur berbuat salah. Membasuh kaki dan lain-lain demikian pula. Mereka memperbuat hikmat-hikmat itu meskipun dalam hadis dan dalil tidak ditemukan.
Apa tujuannya? tujuannya adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara batinnya masih tetap kotor. Hati yang masih tamak, loba, dan rakus, kendati sudah berwudhu, maka wudhunya lima kali seharisemalam itu berarti tidak berbekas dan tidak diterima oleh Allah SWT, dan shalatnya pun tidak akan mampu menjauhkan dirinya dari perbuatan fakhsya’ (keji) dan mungkar (dibenci).” Buya Hamka juga menambahkan, wudhu itu dapat menyehatkan badan. “Bukanlah kita hidup ini untuk mencari pujian dan bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita senantiasa menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga.”
Mencegah penyakit Bila kita mencermati dan mempelajari sejarah hidup Rasulullah SAW, seperti yang diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya Hayatu Muhammad, sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Hal ini menunjukkan bahwa wudhu dengan cara yang benar niscaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.
Wahh ternyata dari hal kecil saja seperti berwudhu, ini akan mencegah kita dari berbagai penyakit khususnya penyakit kulit. Dengan melakukan dengan cara yang baik dan benar InsyaAllah kita dapat mencegah berbagai penyakit-penyakit kulit.

Lebih Indah Dari yang kita KIra!!

Jejak-jejak akhlakku akan tetap berada di tengah-tengah umatku hingga hari kiamat. Satu-satunya alasan bagi kemuliaan dan kebanggan bagi setiap orang adalah akhlak mereka. Dalam pekerjaan mereka, perolehan, kebiasaan, keadaan mereka saat ini, keberhasilan sejati hanya dicapai melalui akhlak yang baik, terutama jika akhlak itu disempurnakan dengan keadilan. – Hadits Nabi
Dalam HR Imam Malik Rasulullah SAW bersabda : “ Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak “
Namun, bukankah ibadah lebih utama.? Akhlak adalah yang utama dan keutamaan ibadah adalah untuk menata akhlak


Allah Swt berfirman dalam Q.S Al-Ankabut ayat 45 : “ Dirikanlah Shalat.! Sesungguhnya shalat mencegahmu dari perbuatan keji dan munkar. “

Subhaanallaah,, Jadi, siapa yang shalatnya tidak mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar, berarti shalatnya itu hanya berupa gerakan olah raga saja.
Dalam hadits qudsi Allah Sw berfirman, “Aku hanya menerima shalat dari orang yang dengannya ia tawaduk pada keagungan-Ku, berhenti bermaksiat pada-Ku, melewati siangnya dengan zikir pada-Ku, serta mengasihi orang fakir, orang yang sedang berjuang dijalan-Ku, para janda, dan orang yang ditimpa musibah” HR. Al-Zubaidi

Lihatlah,, jika shalatmu tidak menjadikanmu tawaduk dan memiliki rasa kasih dan sayang terhadap orang lain, berarti shalatmu tidak menghasilkan buahnya dengan sempurna.

“Ambilah zakat dari sebagian harta mereka yang dengan zakat tersebut engku membersihkannya dan menyucikan mereka.” Q.S At-taubah ayat 103
Tujuan zakat adalah untuk mensucikan (baca: mendidik akhlak dengan belajar mengasihi dan bermurah hati)

Rasulullah SAW bersabda : “Jika kalian sedang berpuasa, jangan berbuat kotor dan membentak. Jika dimaki atau di ajak berkelahi, katakanlah ‘Aku sedang berpuasa’ “ HR. Muslim

Saat kita menjalankan ibadah puasa itulah hari akhlak, kita tidak boleh berbuat fasik, mencela, menyakiti dan seterusnya.


Akhlak mencapai puncaknya dalam Haji. Dalam Q.S al-Baqarah ayat 197 Allah Swt berfirman :”Haji adalah beberapa bulan yang telah diketahui. Siapa yang menetapkan niat dalam bulan itu untuk mengerjakan haji maka tidak boleh berbuat kotor, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam masa haji.”


Haji merupakan pelatihan disiplin akhlak secara besar-besaran, kita dituntut untuk berakhlak baik, tidak bersuara keras, tidak boleh mencela seseorang, tidak memaki, tidak menganiaya bahkan kita harus sekuat-kuatnya memperbaiki akhlak.

Kini,,  shalat, zakat, puasa, dan haji tidak berarti bila tidak diikuti dengan perbaikan akhlak.
Pernah mendengar sedekah yang bernuansa akhlak.?
Sedekah yang memiliki ciri istimewa.?

“Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah. Amar makruf nahyi munkar yang kau laksanakan adalah sedekah. Menunjukkan jalan pada seseorang yang tersesat adalah sedekah. Menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu adalah sedekah. Menyingkirkan gangguan di jalan adalah sedekah. Menuntun orang buta adalah sedekah. Dan sedekah paling utama adalah sesuap makanan yang kau berian pada istrimu.” HR Muslim & Ibnu majah


Pengertian sedekah ini telah bergeser, ia sebenarnya mengaarah pada akhlak mulia. Makna lainnya adalah “Sedekah akhlaki” . Itulah esensi sedekah.

Sebagian orang mengira bahwa hal terpenting dalam agama adalah mempelajari fikih, tauhid, menghafal Al-Qur`an, dan seterusnya. Ilmu dulu, baru akhlak. benarkah .?
Mana yang didahulukan : ilmu atau akhak.?

Al-Baqarah 129 “Wahai tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka yang membacakan ayat-ayat-Mu pada mereka, mengajaran kitab Al-Qur`an dan hikmah kepada mereka, serta mensucikan mereka.” Ayat tersebut merupakan do`a nabi Ibrahim a.s. Beliau mendahulukan ilmu atas penyucian diri (pembinaan akhlak). Artinya beliau mendahulukan aspek ilmu daripada akhlak.

Allah Swt berfirman :”Sebagaimana Kami telah menyempurnakan nikmat kami pada kaian, Kami telah mengutus kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian yang membacakan ayat-ayat kami kepada kalian, mensucikan kalian, mengajarkan kitab suci dan himah kepada kalian.” Q.S Al-Baqarah : 151 . Disini Allah mendahulikan proses penyucian diri (pembinaan akhlak) daripada ilmu. Ayat ini tercantum  sebanyak tiga kali dalam Al-Qur`an, dan do`a nabi ibrahim hanya tercantum satu kali.
Sebuah korelasi antara hadits “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak” dan firman allah dalam QS Al-Anbiya 107 “Kami tidak mengutusmu (muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta” adalah tiada rahmat bagi alam semesta kecuali dengan akhlak.

Inilah tujuan utama mempelajari akhlak ^_^